DISEMINASI BUDAYA POSITIF DI SMK NEGERI 4 SEMARANG
Diseminasi adalah kegiatan yang bertujuan untuk menyebarluaskan informasi, pengetahuan, atau hasil penelitian ke khalayak yang lebih luas. Tujuan dari diseminasi adalah agar orang-orang yang menjadi target kegiatan dapat memperoleh informasi, menjadi sadar, menerima dan memanfaatkan informasi tersebut. Diseminasi juga dapat menjadi bagian dari program pengembangan kompetensi guru.
Pada hari Jumat, 23 Agustus 2024, saya Wiwik Wijayanti CGP Angkatan 11 telah melakukan kegiatan diseminasi mengenai Budaya Positif kepada rekan sejawat di SMK Negeri 4 Semarang. Kegiatan diseminasi dilakukan di Aula SMK Negeri 4 Semarang yang begitu megah bak ruangan besar di hotel berbintang. Kegiatan diseminasi ini bukan untuk menggurui rekan sejawat, melainkan usaha untuk mengajak kolaborasi dalam melakukan disiplin positif di sekolah. Mendiseminasikan budaya positif kepada rekan sejawat agar sama-sama mampu menciptakan lingkungan ramah anak serta meningkatkan disiplin positif dan nilai-nilai kebajikan. Disiplin positif merupakan perwujudan dari nilai nilai kebajikan atau keyakinan universal yang diterapkan di sekolah. Budaya positif tidak dapat diciptakan secara instan, dalam penerapan budaya positif di sekolah diperlukan tuntunan atau tauladan dari seorang guru. Tujuan diseminasi budaya positif adalah untuk menumbuhkan karakter murid, mengimplementasikan perubahan paradigma belajar, disiplin positif, teori kontrol, motivasi perilaku manusia, hukuman dan penghargaan, kebutuhan dasar manusia, posisi kontrol, keyakinan kelas dan segitiga restitusi.
Kegiatan diseminasi ini sama dengan berbagi praktik baik kepada rekan sejawat yang harapannya dapat bermanfaat dan diaplikasikan. Materi disiplin positif yang dibahas antara lain disiplin positif dan nilai-nilai kebajikan universal, Teori motivasi, hukuman dan penghargaan, restitusi. Materi selanjutnya adalah Keyakinan kelas, kebutuhan dasar manusia, posisi kontrol restitusi, dan segitiga restitusi. Setiap penjelasan materi-materi tentunya disertai dengan contoh yang kontekstual. Tidak hanya penyampaian materi saja tetapi juga melakukan simulasi membuat keyakinan kelas.
Dalam simulasi membuat keyakinan kelas, saya mempraktikkan sesuai apa yang saya dapatkan pada saat kegiatan lokakarya. Mulai dari membuat kesepakatan bersama, kemudian mengubah kalimat-kalimat kesepakatan yang dibuat sebelumnya kedalam bentuk kalimat yang positif, Setelah itu disesuaikan dengan nilai-nilai kebajikan apa yang terkandung di dalamnya. Guru-guru yang mengikuti kegiatan tersebut terlihat antusias, karena belum pernah melakukan sebelumnya. Sebelum kegiatan diseminasi ini di lakukan, Guru hanya membuat kesepakatan kelas saja. Demikian juga saya pribadi juga belum pernah menerapkan. Saya dan rekan guru yang lain hanya sebatas membuat kesepakatan kelas saja, tanpa mengubah ke bentuk positif dan mengaitkan dengan nilai-nilai kebajikan.
Kegiatan diseminasi mengenai budaya positif berlangsung lebih dari satu jam. Bapak dan ibu guru yang mengikuti kegiatan diseminasi tampak antusias dan mengikuti kegiatan dari awal hingga selesai. Saya menyampaikan materi dengan perasaan bahagia, tentunya berharap bapak ibu guru yang mengikuti kegiatan juga merasa bahagia sehingga dapat menerima informasi dengan baik. Dalam kegiatan tersebut, saya juga mengajak bapak/ ibu guru untuk mulai melakukan pembiasaan disiplin positif.
Setelah selesai kegiatan diseminasi, saya merasa sangat bahagia dan terharu dengan kebaikan Bapak dan Ibu guru yang hadir dalam kegiatan, karena sangat antusias dan mendukung kegiatan dengan membantu mulai dari persiapan hingga selesai kegiatan. Selain antusias dalam kegiatan, juga akan mencoba mempraktikkan di kelas masing-masing karena Bapak/ Ibu guru meyakini bahwa lingkungan yang positif sangat diperlukan agar pembelajaran yang berpihak pada murid menjadi sangat menyenangkan.

Setelah melihat dan menyimak presentasi yang disampaikan sangat menginspirasi saya dalam pembelajaran nantinya di kelas dan cara penyampaian materi sudah cukup bagus.
BalasHapus